25 Desember 2012

Luasnya Dimensi Ibadah

Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, ia berkata,"Oran-orang berkata kepada Rasulullah SAW,'Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi, mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.' 
Nabi bersabda,'bukankah Allah telah menjadikan sesuatu dengannya engkau bisa bersedekah? sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah,setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah,amar ma'ruf nahi mungkar adalah sedekah, dan bersetubuh (dengan istrinya ) adalah sedekah'. mereka bertanya ,' Wahai Rasulullah, apakah salah seorang diantara kami mendapatkan pahala sedangkan ia melampiaskan syahwatnya?'Rasulullah bersabda,'Bukankah seseorang yang menyalurkan syahwatnya pada yang haaram memperoleh dosa?Demikian pula jika menempatkan syahwatnya pada yang halal maka ia pun akan mendapatkan pahala."(HR.Muslim)
Hadis diatas mengajarkan pada kita bahwa dimensi ibadah dalam Islam begitu luas. Bukan sebatas harta, namun juga mengjangkau banyak sisi kehidupan manusia, dan semua orang bisa melakukanya tergantung kuat lemahnya niat . Jika tidak kuat secara  materi maka bisa melalui fisik,fikiran, atau apapun yang kita mampu untuk berjuang menegakkan sunnah-sunnah Nabi. Jadi sedekah tidak harus uang tidak harus orang kaya,orang yang berpangkat ,siapapun bisa bersedekah asal ada niat dan Iman dalam hati semua itu terasa ringan tidak menjadi beban. Ingat 2,5% harta yang kita peroleh  ada haknya orang Anak Yatim dan Dhuafa'
kalau tidak dikeluarkan bahagian dari Anak Yatim dan Fakir miskin maka harta kita  akan menjadi bara api dan membakar kita dineraka. Na'udzubillahi mindzalik.

2 komentar:

komentar yang membangun lebih baik ditulis jangan menggerutu