Tampilkan postingan dengan label pahala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pahala. Tampilkan semua postingan

24 September 2013

Percakapan Nabi Muhammad denagan Iblis bagian kedua

Kebiasaan  Hidup dan yang Menjadi Teman Iblis
Nabi Saw : Bagaimana cara makanmu?
Iblis : Dengan jari –jari tangan kiriku.
Nabi Saw : Di manakah kau menaungi anak-anakmu pada musim panas?
Iblis : di bawah kuku manusia yang kotor.
Nabi Saw : Siapa temanmu?
Iblis : Pemakan Riba.
Nabi Saw : Siapa Sahabatmu?
Iblis : Pezina
Nabi Saw : Siapa Teman tidurmu?
Iblis : Pemabuk.
Nabi Saw: Siapa Tamumu?
Iblis : Pencuri
Nabi Saw : Siapa utusanmu?
Iblis : Tukang sihir
Nabi Saw : Apa yang membuatmu gembira ?
Iblis : Orang yang bersumpah palsu dan perceraian (suami istri)
Nabi Saw : siapa kekasihmu ?
Iblis : Orang yang meninggalkan shalat  Jum’at.
Nabi Saw : Siapa yang membahagiakanmu ?
Iblis : Orang yang meninggalkan shaltnya dengan sengaja

Orang Ikhlas Membuat Iblis tak Berdaya
Tidak ada kebahagian selama aku hidup hingga hari kiamat. Bagaimana kalian bisa bahagia, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tidak melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari kiamat, aku akan menyesatkan mereka. Yang bodoh yang pintar, yang bisa membaca dan yang buta huruf, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.
Nabi Saw : siapa orang yang ikhlas menurutmu ?
Iblis : tidakkah kau tahu wahai Muhammad bahwa siapa saja yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak suka dinaar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan ia orang ikhlas. Maka aku akan meninggalkannya. Selama seorang hamba  masih menyukai harta, sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, boleh jadi ia nantinya sangat patuh padaku.

25 Desember 2012

Luasnya Dimensi Ibadah

Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, ia berkata,"Oran-orang berkata kepada Rasulullah SAW,'Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi, mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.' 
Nabi bersabda,'bukankah Allah telah menjadikan sesuatu dengannya engkau bisa bersedekah? sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah,setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah,amar ma'ruf nahi mungkar adalah sedekah, dan bersetubuh (dengan istrinya ) adalah sedekah'. mereka bertanya ,' Wahai Rasulullah, apakah salah seorang diantara kami mendapatkan pahala sedangkan ia melampiaskan syahwatnya?'Rasulullah bersabda,'Bukankah seseorang yang menyalurkan syahwatnya pada yang haaram memperoleh dosa?Demikian pula jika menempatkan syahwatnya pada yang halal maka ia pun akan mendapatkan pahala."(HR.Muslim)
Hadis diatas mengajarkan pada kita bahwa dimensi ibadah dalam Islam begitu luas. Bukan sebatas harta, namun juga mengjangkau banyak sisi kehidupan manusia, dan semua orang bisa melakukanya tergantung kuat lemahnya niat . Jika tidak kuat secara  materi maka bisa melalui fisik,fikiran, atau apapun yang kita mampu untuk berjuang menegakkan sunnah-sunnah Nabi. Jadi sedekah tidak harus uang tidak harus orang kaya,orang yang berpangkat ,siapapun bisa bersedekah asal ada niat dan Iman dalam hati semua itu terasa ringan tidak menjadi beban. Ingat 2,5% harta yang kita peroleh  ada haknya orang Anak Yatim dan Dhuafa'
kalau tidak dikeluarkan bahagian dari Anak Yatim dan Fakir miskin maka harta kita  akan menjadi bara api dan membakar kita dineraka. Na'udzubillahi mindzalik.