Ketahuilah bahwa selama manusia itu tangannya masih bergelayut dengan angan-angan muluk untuk kehidupan dunia, maka selama itu pula kenikmatan dunia menjadi inti dari butir-butir angan-angannya. dan masih ditambah lagi dengan keinginan jiwa yang tidak hendak lekang dari unsur-unsur kemaksiatan yang memoles kenikmatan dan syahwat dunia. Di sisi lain syetan selalu membisikkan janji bahwa nanti pada penghujung usia akan datang kesempatan bertaubat.Tapi ternyata kematian telah benar-benar didepan mata dan harapan untuk memperpanjang kesempatan hidup sudah tidak memungkinkan lagi baru ia akan menyadari selama ini ternyata dikungkung syahwat dunia. Ketika kematian datang penyesalanpun tiada gunanya lagi. Di dalam AL-Qur'an surat Ali Imron ayat 133-134 Allah Berfirman, memerintahkan manusia untuk segera berlomba-lomba mencari pengampunan tapi oleh manusia dibalik berlomba-lomba menumpuk harta,sehingga lupa bertaubat dan lupa akan masuk kedalam tanah. Padahal Allah menjanjikan kepada hambanya yang benar - benar bertaubat dihadiahi surga yang luasnya seluas langit bumi seisinya. tapi karena citanya kepada dunia yang fana peringatan dan hadiah yang Allah janjikan tidak dihiraukan. Coba kita renungkan sejenak bukankah tanda bukti kebesaran Allah sudah tampak semuanya ?, lalu apa yang sebenarnya yang menghalangi kita untuk tidak taat pada Allah yang telah menciptakan kita dari setetes air mani yang sangat hina.
Ada sebuah cerita dari orang-orang yang tengah menunggu kematiannya datang, mereka mendengar ungkapan penyesalan seraya menampar-nampar wajah mereka sendiri,"Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah". Ada pula yang mengeluh ,"Dunia telah tunduk kepadaku hingga hari-hariku lenyap begitu saja."Yang lainnya mencoba mengingatkan,"janganlah engkau tertipu kehidupan dunia seperti yang aku alami."
(Demikianlah keadaan oran-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata,'Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan, sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja." (QS. Al - Mukminin :99-100).
Al-Hasan mengatakan,"Wahai anak Adam, bertaqwalah pada Allah, janganlah engkau menanggung dua beban bersama-sama: Sakaratul maut, dan penyesalan " sedangkan As-Sammak mengatkan hal yang senada,'Hindarilah olehmu, Sakaratul maut dan penyesalan. Yakni, ketika kematian datang menjemput dengan tiba-tiba sementara engkau masih tekungkung dalam kubangan tipu daya. Tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang akan engkau hadapi dan apa yang engkau saksikan kelak."
Allah berfirman ," Wahai anak adam jika engkau bergelimang dalam kenikmatanku namun juga berkubang dalam lumpur kedurhakaan kepada-KU."
Semoga dari apa yang aku tulis ini bermanfaat untuk kita semuanya terutama pada diri penulis lebih berhati-hati dan bisa bertaubat sebenar-benarnya taubat. kritik dan saran sangat kami harapkan
